Opini

"Bali Travel Legend on The Motherland" dan Potensi Wisata Bali Senilai US$ 8 M Tahun 2019

Kamis, 05 September 2019 | 12:41 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Saat ini orang melihat Bali bukan lagi sekedar lokasi atau destinasi wisata. Tetapi saat ini orang melihat Bali bagai sebuah potensi investasi yang menguntungkan. Kenapa, karena Bali adalah sebuah “surga investasi”. Surga yang menjanjikan bagi para pelaku bisnis.

Pilihan Redaksi

  • Bertemu Kepala Parlemen Portugal, Koster Ingin Pariwisata Bali Berkualitas
  • Kunjungan Wisman ke Bali Turun, Masihkah Pemerintah Andalkan Pariwisata di Pulau Dewata?
  • Strategi Pelaku Pariwisata Hadapi Penurunan Kunjungan Wisman
  •  
    Statemen di atas, memang pada akhirnya menjadi satu target bagi siapa saja yang memang tertarik untuk berinvestasi di Bali. Kenapa, karena banyak faktor yang membuat  Bali ibarat sebuah surga investasi bagi para pelaku bisnis di Indonesia. Dimana salah satunya adalah investasi di sektor pariwisata. 
     
    Dari sejak dahulu, memang Bali menjadi andalan pariwisata  Indonesia. Bukan saja karena Bali laksana surga yang ada di  bumi, tetapi Bali adalah sebuah perjalanan wisata yang tidak akan pernah habis. Jika Jogja punya istilah : Jogja Never Ending Asia, maka Bali pun ada "Bali Travel Legend on The Motherland".
     
    Wajar jika pada akhirnya dengan filosofi Bali sebagai legenda wisata di Bumi Pertiwi. Pada akhirnya pemerintah berani menargetkan pendapatan devisa dari pariwisata Bali cukup besar yaitu 40% dari pendapatan devisa nasional yang sebesar US$ 20 miliar. Sehingga tahun 2019 ini Bali di targetkan mampu memberikan devisa sebesar US$ 8 miliar.
     
    Besarnya  target pemasukan devisa dari sektor pariwisata memang  bukan tanpa alasan. Hingga memasuki tahun 2019, potensi bisnis pariwisata Indonesia menunjukan tren peningkatan.  Dari tahun 2017 angkanya sudah mencapai US$13,5 milir.  Terus meningkat menjadi US$ 17 miliar di tahun 2018. Sehingga dalam 3 tahun (2017-2019) ada kenaikan sebesar cukup tinggi 48,15%.
     
    Tren peningkatan  yang terjadi dalam bisnis pariwisata Indonesia, memang  bukan tanpa alasan. Mengingat hingga saat ini sudah begitu banyak prestasi yang diperoleh Indonesia. Dari mulai masuknya Indonesia sebagai salah satu dari 10 negara yang memiliki keindahan alamnya di dunia. Sektor pariwisata Indonesia  yang masuk dalam daftar ke-9 memiliki pertumbuhan tertinggi versi The World Travel & Tourism Council (WTTC). Serta sederet prestasi lainnya. Hingga wajar jika target kunjungan wisata ke Indonesia tahun 2019 di targetkan mencapai 20 juta orang. 
     
    Bagusnya iklim makro wisata Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya. Pada akhirnya tidak akan berjalan maksimal, jika pelaku bisnisnya  terutama bisnis tour and travel yang ada di Bali belum memaksimalkan potensi dirinya untuk bisa lebih maju dan berkembang.  Hal itu menjadi “PR” tersendiri  tidak saja pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah serta instansi terkait agar mampu memberikan supportingnya bagi pelaku bisnis di Bali. 
     
    Karena memahami apa yang saat ini dialami oleh pelaku bisnis tour and travel yang ada di Indonesia. Terutama ketika Era  Industri 4.0 sudah mesti menjadi perhatian semua pelaku bisnis. Maka ada beberapa hal yang masih menjadi kendala. Terkait masalah internal adalah : bahwa konsumen membutuhkan informasi yang secara detail. Saat ini belum maksimalnya media yang di miliki perusahaan terkait fitur pencarian yang ampuh di website internal perusahaan travel. Hingga masalah  kurang update-nya sistem reservasi.
     
    Itu baru dari sisi internal, sedang untuk masalah eksternalnya menyangkut beberapa hal seperti : (1) Penerapan sistem Borderless (sehingga konsumen bisa membeli tiket dari mana pun). (2) Maraknya online travel agent besar yang kebanyakan di danai oleh pemodal besar. Jika kondisi ini dibiarkan maka akan memperngaruhi kinerja kantor agent kecil dan menengah. 
     
    Dengan demikian, bisa di simpulkan bahwa permasalahan yang saat ini masih menjadi kendala bagi pelaku bisnis tour and travel adalah menyangkut beberapa hal : sarana dan prasarana, sumber daya manusia, komunitas dan publikasi, kebijakan dan peraturan pemerintah, teknologi informasi, kesiapan masyarakat secara total dan investasi. 
     
    Bisnis Tour & Travel, Optimalkan Customer dengan Aplikasi CRM
     
    Dalam sebuah bisnis, apapun konsep dan  jenis bisnisnya. Konsep pelayanan  yang bersifat customer oriented pada akhirnya menjadi salah satu cara untuk bisa meningkatkan apresiasi customer menjadi loyal customer. Pada akhirnya jika hal ini di jalankan, bisa di pastikan kinerja perusahaan akan selalu meningkat. 
     
    Hal ini menjadi begitu penting, mengingat customer menjadi salah satu aset penting bagi sebuah perusahaan agar bisa memberikan pelayanan paripurna. Terlebih untuk sebuah bisnis yang mengutamakan pelayanan seperti  bisnis tour and travel. Maka masalah service to customer menjadi kunci utama  untuk meningkatkan omzet perusahaan. 
     
    Sekilas hal itu terasa mudah, namun dalam praktiknya hal itu kadang tidak selalu mudah untuk dilakukan. Beruntung saat ini pada masa Era Industri 4.0 ada satu sistem yang bernama CRM (customer relationship management). Kemampuan dan keunggulan CRM dalam men-support pelaku bisnis sudah terbukti mampu meningkatkan potensi omzet perusahaan meningkat dibanding  perusahaan menggunakan hal-hal yang bersifat tradisional. 
     
    “Strategi untuk menuju loyal customer, memang pada akhirnya menjadi dasar sebuah sistem CRM pada akhirnya mampu menjadi alat bagi,” kata Handri Kosada, CEO Barantum. Dimana alat itu karena basicnya adalah perangkat teknologi informasi, maka sistem ini secara update bisa menjadi sarana reporting  yang utama untuk manajemen perusahaan.  
     
    Hal itu seperti  yang disampaikan oleh Dessy, Head of Corporate sales Golden Rama Tour & Travel, “So far aplikasi ini bisa membantu kami terutama divisi Corporate Travel Management untuk bisa bekerja lebih maksimal dan terarah sesuai dengan target yang diharapkan perusahaan. 
     
    Karena bisnis tour and travel adalah bisnis service dan kepercayaan, maka dengan adanya aplikasi CRM yang terintegrasi dengan call center, ada 2 hal yang bisa di dapat oleh perusahaan.  Pertama bisa me-maintenance staff divisi Corporate Travel Management agar bisa bekerja lebih maksimal, kedua bisa mengelola semua data dan informasi dari klien/customer  yang dimiliki, sehingga klien /customer bisa di tingkatkan dari customer biasa menjadi loyal customer karena perusahaan mampu men-service apa saja yang menjadi keinginan dan harapan dari klien/customer tersebut.
     
    Bisnis Tour & Travel Aplikasikan Sistem CRM & Call Center
     
    Perusahaan yang fokus dalam bisnis tour and travel, memang kuncinya ada pada customer dan service. Yang dari kedua hal inilah, jika perusahaan berhasil memberikan hasil yang maksimal, sudah pasti kinerja perusahaan akan bisa terus meningkat. 
     
    Realisasi dari permasalahan yang dihadapi oleh pebisnis tour and travel. Baik dari masalah internal dan eksternal pada umumnya. Maka CRM bisa menjadi salah satu alternatif solusi yang baik untuk di jalankan. Ambil contoh misalnya, Sistem CRM yang terintegrasi dengan Call Center. Ini adalah cara paling mudah  untuk pebisnis travel memaksimalkan dan mengoptimalkan beragam karakter customer yang dimiliki-nya. 
     
    Karena dengan semakin majunya perusahaan sudah barang tentu, perusahaan akan m

    Pilihan Redaksi

  • Pengembangan Destinasi 10 Bali Baru Membutuhkan Investasi SDM
  • Pemeriksaan Reguler dan Pembinaan, 28 Hari Inspektorat Bali Sambangi Jembrana
  • Pemerintah Naikkan Iuran BPJS Kesehatan 100% Per 1 Januari 2020
  • enghadapi beragam karakter customer. Dimana beragam karakter customer tersebut bisa dikelola dengan baik. Dari mulai keinginan, kebutuhan dan harapan customer tersebut terhadap perusahaan. Sehingga ketika perusahaan sudah mengantongi beragam keinginan dan kebutuhan dari beragam customer, maka perusahaan dengan mudah membuat program-program yang menarik sesuai apa yang klien inginkan.
     
    Dimana untuk melakukan semua hal  yang telah dijelaskan di atas, perusahaan tour & travel bisa menggunakan aplikasi call center. Sebuah aplikasi yang lebih efektif dan murah dibanding sistem telekomunikasi berbasis Telekom. Karena sistem call center memiliki beberapa keunggulan yang tidak di miliki oleh sistem telekomunikasi berbasis Telkom. Salah satunya adalah bahwa tarif yang diberikan aplikasi call center bersifat flat. Berbeda dengan apa yang di berikan oleh Telkom berbeda jika telephone dilakukan dalam jaringan local ataupun interlokal.  
     
     
    Penulis
     
    Achmad Soheh

    Penulis : opini

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pariwisata Potensi Bisnis Travel



    Opini Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Opini

    Berita Bali TV