Opini

Baliku Bebas dari Belenggu Plastik

Sabtu, 09 November 2019 | 13:05 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Merujuk kepada data tahun 2018, Indonesia tercatat sebagai peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik di Tiongkok. Hal itu memunculkan banyak data yang muncul yaitu dalam kurun waktu satu tahun bisa menghasilkan 10,95 juta sampah plastik. 

Pilihan Redaksi

  • Direktur dan Pengurus Bank Sampah di Badung Akan Digaji
  • TPA Suwung Kembali Normal, Pengangkutan Sampah di Kota Denpasar Lancar
  • Skema KPBU di Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik TPA Sarbagita Suwung
  • Untuk luas pembuangan sampah hampir setara dengan 60 kali luas lapangan sepak bola. Selain itu, muncul juga berita tentang kematian biota laut hanya akibat dari sampah plastik sendiri. Seperti penyu, unggas, paus, dan binatang lainnya. 
    Sementara itu di Bali atau yang kerap dijuluki Pulau Dewata ini, merupakan sektor pariwisata yang sudah diketahui di dunia sedang menghadapi masalah sampah plastik. Pada bulan Maret tahun 2018, seorang penyelam asal Inggris membuat sebuah video yang memperlihatkan banyaknya sampah yang berada di Perairan Nusa Penida, Bali. Melihat hal tersebut, pemerintah pun bertindak tegas dengan mengurangi pemakaian kantong plastik sekali pakai.
    Lantas pemerintah pun turun tangan dengan menetapkan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan  Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 mengenai Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.  Pelarangan penggunaan kantong plastik juga telah dilakukan di beberapa negara lain, seperti Kenya, Zimbabwe, United Kingdom, Taiwan, Amerika Serikat (Kota Seattle dan negara bagian California), Australia, Kanada, dan Prancis. Lalu, dengan eksistensi peraturan ini apakah Bali dapat keluar dari jeratan sampah?
    Program pengurangan sampah plastik melalui pengurangan pengunaan kantong plastik terus digalakkan dan dipertegas oleh Pemerintah Kota Denpasar. Pada tahun 2018, diperoleh data bahwa penggunaan kantong plastik di Denpasar mencapai 1.086.114 lembar setiap bulan atau sekitar 13.033.368 lembar setiap tahunnya. 
    Pasca lima bulan setelah dikeluarkannya peraturan tentang pengurangan penggunaan sampah plastik, terjadi penurunan persentase kantong plastik pada toko swalayan modern hampir 99,15% atau sekitar 12.903.034 lembar. 
    Pengurangan sampah plastik ini bukan hanya dilakukan di swalayan modern saja, tetapi hingga merambat  ke pasar tradisional maupun usaha – usaha kecil yang ada di setiap sudut jalanan. Pemerintah memiliki alasan untuk mengeluarkan peraturan tersebut.  Karena kondisi data rata – rata yang dikeluarkan, Indonesia sebagai penyumbang sampah terbanyak nomor 2 di dunia. Maka dari itu pemerintah mengeluarkan peraturan tersebut dengan tujuan, agar dampak dari sampah plastik tersebut bisa diatasi lebih awal dan juga bisa meminimalisir tingkat dioksin. 
    Karena jika dihirup oleh manusia, maka akan rentan terjangkit berbagai macam penyakit, di antaranya gangguan sistem saraf, hepatitis, bahkan kanker. Selain itu, dampak dari sampah plastik terutama kantong plastik, sedotan plastik, styrofoam dan sampah sampah lainnya yang sulit terurai di tanah ini menimbulkan tercemarnya tanah, air tanah, meminimkan makhluk – makhluk yang tinggal di bawah tanah dan juga bisa menimbulkan pencemaran dan mengganggu kehidupan biota di laut. 
    Seperti contoh apabila binatang laut ataupun udara seperti lumba – lumba, penyu, burung dan lain – lainnya yang menemukan sampah plastik yang mereka anggap adalah makanan, lalu mereka memakan sampah plastik itu dapat dikatakan mereka akan mati karena sampah plastik di dalam tubuh akan sulit dicerna. 
    Melihat efektivitas pengurangan kantong plastik, Bali diharapkan dapat menimbulkan dampak positif berupa penurunan sampah plastik. Namun, kegiatan pengurangan penggunaan kantong plastik untuk menjadi bersih dan bebas ini tentunya tidak cukup. Seperti membuat peraturan pengurangan sampah plastik yang lebih eksklusif dan juga jenis – jenis sampah yang dapat merusak lingkungan bumi ini. 
    Ni Putu Chyntia Dian Puspita Sari
    SMAN 3 Denpasar, 
    Pemenang III lomba artikel Pekan Jurnalistik 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

    Penulis : Opini

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Sampah Plastik Bebas Belenggu Plastik Opini



    Opini Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending Opini

    Berita Bali TV